Menu Sahur yang Bikin Kamu Kenyang Lebih Lama

Monday, May 21st 2018. | Ramadan

makan sahur

Mengonsumsi makanan yang tepat saat sahur merupakan salah satu langkah untuk melancarkan ibadah puasa. Sayangnya, beberapa orang tidak menganggap penting hal ini, atau bahkan malah melewatkan sahur. Lantas seperti apa menu sahur yang baik menurut rekomendasi dokter?

Menurut Dr. dr. Inge Permadhi, MS, SpGK (K), makan saat sahur adalah untuk menggantikan makan pagi dan setengah makan siang. sedangkan makan saat buka puasa adalah untuk menggantikan setengah makan siang dan makan malam.

“Seharusnya menunya dapat memenuhi kebutuhan energi dalam sehari. Tujuan puasa bukan untuk menurunkan berat badan, melainkan supata tetap sehat saat puasa dan sampai Lebaran. Karena itu, energi harus terpenuhi saat sahur dan buka puasa,” ujar Inge kepada Uzone.id.

Bicara lebih khusus soal sahur, Inge mengatakan bahwa seseorang perlu makan makanan yang bisa bertahan lama di lambung, sehingga tubuh merasa kenyang lebih lama. Karena itu, Inge menyarankan bahwa menu sahur harus mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, serat, dan air.

“Makanan yang mengandung serat adalah makanan yang dapat bertahan lama di lambung. Dengan demikian, tubuh merasa kenyang dalam waktu yang cukup lama. Makan makanan yang mudah diserap justru akan membuat tubuh sebentar kenyang sebentar lapar,” ujar Inge kepada Uzone.id.

Jadi, menu yang baik untuk sahur adalah nasi, sayur, lauk pauk yang terdiri dari protein hewani dan nabati (di dalam lauk pauk juga sudah terkandung lemak), buah yang mengandung serat yang mengenyangkan.

“Protein, lemak, dan serat bikin makanan tahan lama di lambung. Kalau mau benar-benar sehat, tentu karbohidratnya berasal dari roti gandum. Tapi, setidaknya ada sumber karbohidrat, lauk hewani dan nabati, sayur, dan buah saat sahur,” kata Inge.

Jangan lupa juga bahwa menu sahur harus bervariasi setiap hari. Ini penting, supaya kebutuhan gizi terpenuhi dan tubuh tetap sehat selama menjalankan puasa sampai Lebaran tiba.

Inge juga menekankan untuk selalu memenuhi kebutuhan cairan tubuh selama puasa, dengan pola dua empat dua. “Artinya dua gelas saat buka puasa, empat gelas sampai tidur malam, dan dua gelas saat sahur,” ujar Inge.

Lantas bagaimana dengan susu? Menurut Inge, susu merupakan suplemen, karena tidak semua orang bisa mengonsumsi susu. “Cara yang sehat dan baik untuk mengonsumsi susu yaitu yang rendah lemak. Susu merupakan sumber protein yang baik,” kata Inge.

(Birgitta Ajeng/Uzone.id)

Related For Menu Sahur yang Bikin Kamu Kenyang Lebih Lama